Medicalnews – Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, menyoroti tingginya kasus penyakit jantung bawaan. Ia menyebut kelainan ini paling sering muncul pada bayi baru lahir. Ia memperkirakan prevalensinya mencapai 9 hingga 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini menjadi strategi penting. Langkah ini membantu mencegah dampak serius pada kesehatan anak. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pemeriksaan rutin sejak usia dini.
“Baca Juga: Strategi Mendorong Pertumbuhan Wisata Medis“
Skrining Sekolah Perkuat Upaya Pencegahan
Kementerian Kesehatan menjalankan pendekatan pencegahan melalui skrining rutin. Program ini menyasar anak sekolah sebagai langkah awal. Selain itu, program ini meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pemeriksaan jantung.
Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia bersama GE HealthCare Indonesia menggelar skrining di SDN Makassar 03 Pagi Jakarta Timur. Tim melibatkan guru dan orang tua dalam kegiatan edukasi. Dengan demikian, tenaga medis dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pentingnya deteksi sejak dini.
Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik PERKI, Oktavia Lilysari, menjelaskan bahwa Indonesia masih kekurangan data nasional. Oleh sebab itu, skrining serentak di berbagai kota dapat menjadi dasar pengumpulan data yang lebih lengkap.
Kenali Jenis dan Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Dokter spesialis jantung Asmoko Resta Permana menjelaskan definisi penyakit jantung bawaan. Ia menyebut kelainan ini terjadi sejak masa perkembangan janin. Kelainan tersebut dapat memengaruhi struktur atau fungsi jantung.
Ia membagi penyakit ini menjadi dua kategori utama. Pertama, jenis sianotik yang menimbulkan warna kebiruan akibat rendahnya oksigen. Kedua, jenis asianotik yang tidak menimbulkan kebiruan.
Jenis asianotik sering sulit dikenali. Gejalanya sering menyerupai gangguan nutrisi atau infeksi pernapasan ringan. Akibatnya, banyak kasus tidak terdeteksi sejak awal.
Asmoko menambahkan bahwa banyak orang tua mengira semua anak memiliki jantung sehat. Padahal, beberapa anak membawa kelainan tanpa gejala jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting.
Tanda yang Harus Diwaspadai Orang Tua
Oktavia mengingatkan orang tua agar mengenali tanda sejak dini. Bayi dengan penyakit jantung bawaan sering cepat lelah saat menyusu. Bayi juga bisa mengalami batuk atau demam berulang.
Selain itu, berat badan bayi sering sulit naik. Anak juga mudah lelah atau sesak saat beraktivitas. Dalam kondisi berat, anak dapat menunjukkan tanda gagal jantung.
Gejala tersebut meliputi napas cepat dengan cuping hidung kembang kempis. Anak juga tampak rewel dan berkeringat berlebihan. Kondisi biasanya memburuk saat anak berbaring.
Jika orang tua menemukan tanda tersebut, mereka perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Tindakan cepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.
Waspada Jantung Bawaan: Pemeriksaan Bisa Dimulai Sejak Kehamilan
Dokter dapat melakukan pemeriksaan melalui beberapa cara. Dokter biasanya memulai dengan pemeriksaan fisik sederhana. Selain itu, dokter dapat mengukur kadar oksigen dalam darah.
Dokter juga dapat menggunakan rekam jantung dan USG jantung untuk memastikan diagnosis. Jika diperlukan, dokter dapat melanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan.
Namun, skrining idealnya dimulai sejak masa kehamilan. Jantung janin terbentuk pada trimester pertama. Oleh karena itu, ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan rutin pada awal kehamilan.
Dokter dapat menggunakan USG khusus untuk memeriksa jantung janin. Pemeriksaan ini membantu dokter menyiapkan penanganan segera setelah bayi lahir. Dengan langkah tersebut, tenaga medis dapat meningkatkan peluang hidup dan kualitas kesehatan anak.
