Kesehatan Seberapa Sering Keramas Sesuai Jenis Rambut?

Seberapa Sering Keramas Sesuai Jenis Rambut?

Seberapa Sering Keramas Sesuai Jenis Rambut

Medicalnews – Seberapa Sering Keramas: Mencuci rambut atau keramas menjadi bagian penting dari kebersihan diri.
Namun, banyak orang masih bingung menentukan frekuensi yang tepat.

Pada dasarnya, tidak ada aturan tunggal untuk semua orang.
Setiap orang memiliki kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda.

Karena itu, kebutuhan keramas sangat bergantung pada kebiasaan dan gaya hidup.

“Baca Juga: Anak Juga Bisa Terinfeksi HIV, Ini Penjelasan Medisnya“


Keramas Setiap Hari Tidak Selalu Ideal

Para ahli dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa keramas setiap hari tidak selalu salah.
Namun, kebiasaan ini dapat membuat rambut kering pada sebagian orang.

Sampo dapat mengurangi minyak alami kulit kepala.
Padahal, minyak tersebut menjaga kelembapan dan kekuatan rambut.

Jika minyak alami terus berkurang, rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
Oleh karena itu, frekuensi keramas perlu disesuaikan.


Peran Minyak Alami untuk Kesehatan Rambut

Menurut Healthline, minyak alami melindungi rambut dari panas dan gesekan.
Minyak ini juga menjaga rambut tetap berkilau.

Keramas terlalu sering dengan sampo keras dapat mengikis perlindungan alami.
Akibatnya, rambut terlihat kusam dan kehilangan elastisitas.

Selain itu, scrub kulit kepala berlebihan juga dapat memperparah kondisi ini.


Jenis dan Tekstur Rambut Menentukan Jadwal Keramas

Dokter kulit Shilpi Khetarpal menekankan pentingnya mengenali tekstur rambut.
Ia menyebut rambut kasar dan keriting tidak perlu sering dicuci.

Pemilik rambut jenis ini cukup keramas satu hingga dua minggu sekali.
Sebaliknya, rambut halus membutuhkan keramas lebih rutin.

Rambut halus sebaiknya dicuci setiap dua hari sekali.
Sementara itu, kulit kepala berminyak boleh keramas setiap hari jika terasa tidak nyaman.


Waspadai Dampak Keramas Terlalu Sering

Meski terasa bersih, keramas harian bisa memicu masalah kulit kepala.
Beberapa orang mengalami gatal dan iritasi.

Kulit kepala juga bisa terasa kering dan mengelupas.
Karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi rambut setelah keramas.

Jika muncul rasa tidak nyaman, sebaiknya kurangi frekuensi mencuci rambut.


Tanda Rambut Sudah Perlu Dicuci

Selain jadwal, kondisi rambut juga menjadi penanda penting.
Profesor klinis UCLA, Carolyn Goh, menjelaskan tanda-tanda tersebut.

Rambut berminyak menandakan waktu keramas sudah tiba.
Kulit kepala gatal dan muncul serpihan kotoran juga menjadi sinyal jelas.

Dengan memperhatikan tanda ini, kamu bisa menyesuaikan rutinitas secara alami.


Rekomendasi Frekuensi Keramas yang Seimbang

Menurut WebMD, keramas dua hingga tiga kali seminggu cukup ideal.
Anjuran ini cocok untuk rambut normal hingga kering.

Frekuensi tersebut menjaga kebersihan tanpa menghilangkan minyak alami.
Rambut pun tetap sehat dan lembap.


Seberapa Sering Keramas: Dengarkan Kebutuhan Rambutmu

Keramas setiap hari tidak selalu berbahaya.
Namun, kebiasaan ini perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala.

Jika rambut sering berminyak, keramas harian masih aman.
Namun, penggunaan sampo lembut tetap penting.

Dengan rutinitas tepat, rambut bisa tetap bersih, kuat, dan sehat.

“Baca Juga: Ketombe Bisa Terkait Gangguan Kesehatan Tubuh“

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post