Kesehatan,Tips Kesehatan Trimethylaminuria, Penyakit Langka Penyebab Bau Amis Tubuh

Trimethylaminuria, Penyakit Langka Penyebab Bau Amis Tubuh

Trimethylaminuria, Penyakit Langka Penyebab Bau Amis Tubuh

Medicalnews – Tidak semua bau amis pada tubuh terjadi karena kurang menjaga kebersihan. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda penyakit langka bernama Trimethylaminuria.

Penyakit ini membuat tubuh mengeluarkan aroma amis yang kuat meski penderitanya sudah mandi, memakai deodoran, atau menggunakan parfum. Karena itu, banyak penderita sering mengalami kesalahpahaman dari lingkungan sekitar.

“Baca Juga: 4 Cara Efektif Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami

Apa Itu Trimethylaminuria?

Trimethylaminuria merupakan gangguan metabolisme yang membuat tubuh gagal mengolah senyawa berbau amis bernama trimethylamine atau TMA.

Influencer kesehatan dr. Aditya Surya Pratama menjelaskan bahwa senyawa TMA terbentuk saat tubuh mencerna makanan tertentu.

Pada kondisi normal, hati mengubah TMA menjadi zat lain yang tidak berbau. Proses ini berlangsung dengan bantuan enzim bernama FMO3.

Namun, penderita Trimethylaminuria memiliki enzim FMO3 yang tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, tubuh tidak mampu mengubah TMA secara optimal.

Karena itu, TMA menumpuk di dalam tubuh dan keluar melalui keringat, napas, urine, serta cairan tubuh lainnya.

Mutasi Gen Jadi Penyebab Utama

Dr. Aditya menjelaskan bahwa perubahan pada gen FMO3 menjadi penyebab utama kondisi ini.

Mutasi tersebut mengganggu proses pengolahan TMA di dalam tubuh. Akibatnya, kadar TMA meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar TMA pada penderita bisa meningkat hingga puluhan kali lipat.

Peningkatan tersebut menghasilkan aroma amis yang sangat kuat. Banyak orang menggambarkan aromanya menyerupai ikan busuk.

Karena itu, penyakit ini sering disebut sebagai fish odor syndrome atau sindrom bau ikan.

Makanan Tertentu Dapat Memperparah Gejala

Gejala Trimethylaminuria dapat menjadi lebih berat setelah penderita mengonsumsi makanan tertentu.

Makanan laut menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, telur, hati, dan beberapa jenis kacang juga dapat meningkatkan produksi TMA.

Tidak hanya makanan, kondisi emosional juga berpengaruh. Stres dan kecemasan dapat memperparah aroma yang muncul dari tubuh penderita.

Karena itu, pengelolaan pola makan dan kesehatan mental menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit ini.

Pengobatan Berfokus pada Pengendalian Gejala

Hingga saat ini, dokter belum menemukan terapi yang dapat memperbaiki faktor genetik penyebab Trimethylaminuria.

Meski begitu, penderita tetap dapat mengurangi gejala dengan beberapa langkah sederhana.

Dokter biasanya menyarankan pola makan rendah kolin dan rendah TMA. Langkah ini membantu mengurangi produksi senyawa penyebab bau.

Selain itu, dokter dapat memberikan antibiotik dosis rendah untuk menekan bakteri usus yang menghasilkan TMA.

Beberapa penderita juga menggunakan activated charcoal untuk membantu mengikat TMA di dalam saluran pencernaan.

Di samping itu, penggunaan sabun dengan pH seimbang dapat membantu mengurangi pelepasan TMA melalui kulit.

Dampak Mental Menjadi Tantangan Terbesar

Meski tidak menimbulkan bahaya serius bagi fisik, Trimethylaminuria dapat memberikan dampak besar pada kesehatan mental.

Banyak penderita merasa malu saat berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga sering mengalami tekanan sosial akibat komentar negatif dari lingkungan sekitar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penderita mengalami penurunan kualitas hidup.

Selain itu, banyak penderita menghadapi kecemasan sosial yang berat. Sebagian bahkan mengalami depresi karena stigma yang terus mereka terima.

Karena itu, dukungan keluarga, teman, dan tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting.

Jangan Langsung Menghakimi Penderita

Bau tubuh tidak selalu menunjukkan seseorang kurang menjaga kebersihan. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat muncul akibat gangguan kesehatan yang tidak terlihat.

Trimethylaminuria menjadi contoh nyata bahwa penyakit langka dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara fisik dan emosional.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan pemahaman dan empati terhadap penderita. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan percaya diri.

“Baca Juga: Pikiran Sulit Tenang Saat Tidur? Kenali Penyebabnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post