Medicalnews – Jamu Jadi Obat Modern: Direktur Business Development and Scientific Affairs Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, menjelaskan tantangan pengembangan obat berbasis bahan alam.
Ia menyebut tim peneliti menghadapi banyak persoalan ilmiah selama proses riset.
Menurut Raymond, para saintis harus memecahkan berbagai hambatan sebelum pasien merasakan manfaat obat.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan pers pada 23 Januari 2026.
“Baca Juga: Peduli Kesehatan Lewat Edukasi Penyakit Sejak Dini“
Fitofarmaka Menjadi Titik Balik Obat Herbal
Dalam dunia medis, ramuan tradisional sering diakui secara pengalaman, namun belum terbukti ilmiah.
Perubahan besar terjadi pada 2005 melalui sertifikasi fitofarmaka dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
BPOM memberikan sertifikat kepada produk herbal yang lolos uji klinis.
Langkah ini membuka era Obat Modern Alami Integratif atau OMAI.
Meniran Menjadi Dasar Riset Modern
Salah satu produk OMAI berangkat dari tanaman meniran.
Masyarakat telah lama menggunakan meniran sebagai tanaman obat tradisional.
Sejumlah naskah lama mencatat penggunaan meniran sebagai bahan pengobatan.
Catatan tersebut menjadi dasar pengembangan riset modern.
Peneliti kemudian mengkaji meniran melalui pendekatan ilmiah modern.
Riset berlangsung di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences atau Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences.
Riset Ilmiah Menguatkan Khasiat Bahan Alam
DLBS meneliti meniran secara biomolekuler dan terukur.
Selain itu, tim peneliti melakukan standarisasi serta pengujian praklinik dan klinik.
Dengan demikian, proses ini memastikan khasiat obat terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, pendekatan tersebut mempertemukan tradisi pengobatan dengan sains modern.
Tantangan Ilmiah di Balik Beragam Produk OMAI
Berbagai produk OMAI lahir melalui riset panjang dan penuh ketekunan.
Tantangan tidak hanya muncul pada pemilihan bahan.
Tantangan utama muncul saat menerjemahkan kompleksitas alam menjadi terapi terstandar.
Tim riset juga memastikan keamanan dan konsistensi manfaat obat.
Inlacin Hadapi Tantangan Sinergi Bahan
Group Research Innovation and Invention Manager DLBS, Laurentius Haryanto, menjelaskan tantangan riset OMAI.
Ia mencontohkan pengembangan obat antidiabetes berbahan kayu manis dan bungur.
Kedua bahan memiliki karakter kimia yang berbeda.
Tim peneliti harus mengekstraksi keduanya secara bersamaan.
Tujuannya menghasilkan efek saling menguatkan sesuai khasiat yang ditargetkan.
Redacid Fokus pada Keamanan Bahan
Pengembangan obat lambung berbahan kayu manis menghadapi tantangan keamanan.
Kayu manis mengandung senyawa yang berisiko jika kadarnya tinggi.
Tim riset menurunkan kadar senyawa tersebut hingga batas aman.
Namun, peneliti tetap menjaga fraksi aktif yang memberi manfaat terapi.
Herbakof Menyatukan Empat Bahan Berbeda
Pengembangan obat batuk melibatkan empat bahan dengan karakter berbeda.
Bahan tersebut meliputi mahkota dewa, saga, legundi, dan jahe.
Setiap bahan memiliki profil senyawa dan cara ekstraksi berbeda.
Tim riset menyusun formulasi agar produk tetap stabil dan konsisten.
Disolf Hadapi Tantangan Unik dari Bahan Hewani
Obat pelancar sirkulasi darah dikembangkan dari cacing tanah.
Untuk itu, tim peneliti memilih spesies Lumbricus rubellus sebagai bahan utama.
Namun demikian, tantangan muncul pada proses budidaya dan pengolahan protein.
Oleh karena itu, tim riset menerapkan kontrol mutu ketat untuk menjaga efektivitas produk.
OMAI Dukung Kemandirian Obat Nasional
Raymond menegaskan seluruh tantangan riset berhasil diatasi secara bertahap.
Produk OMAI terbukti memberi kontribusi bagi kesehatan dan ekonomi.
OMAI juga mampu menggantikan obat kimia impor secara klinis.
Langkah ini mendukung kemandirian obat nasional Indonesia.
Raymond menyebut Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat.
Produk OMAI Tembus Pasar Global
Produk OMAI telah dipasarkan ke berbagai negara.
Negara tujuan meliputi Nigeria, Singapura, Filipina, hingga Mongolia.
Raymond menyebut penerimaan luar negeri lebih tinggi dibanding pasar domestik.
Ia menilai kondisi ini sangat disayangkan.
Tantangan Kebijakan di Dalam Negeri
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam menilai pemanfaatan fitofarmaka belum optimal.
Ia menyebut kebijakan menjadi tantangan utama.
Fitofarmaka belum masuk formularium nasional.
Akibatnya, Jaminan Kesehatan Nasional belum menjamin penggunaannya.
Jamu Jadi Obat Modern: Kolaborasi Menentukan Masa Depan OMAI
Masa depan OMAI bergantung pada kerja sama lintas sektor.
Akademisi memperkuat dasar ilmiah pengobatan.
Industri menjaga kualitas dan kesinambungan riset.
Pemerintah membuka ruang kebijakan yang mendukung.
Masyarakat menjadi pengguna rasional, sementara media memperkuat literasi publik.
“Baca Juga: Mengenal Kolonoskopi, Pemeriksaan Usus yang Dijalani Lula Lahfah“

Buôn bán nội tạng trẻ em
Khiêu dâm trẻ em