Medicalnews – Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengajak masyarakat memahami penyakit secara menyeluruh.
Ia mendorong kebiasaan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Fokus utama ajakan ini menyasar penyakit saluran pernapasan.
“Baca Juga: Penelitian Ungkap Manfaat Matcha Redakan Stres“
Seminar dan Cek Kesehatan Massal di Jakarta Selatan
Andrew bersama tim menggelar seminar kesehatan bertema Superflu.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan cek kesehatan massal.
Panitia menyelenggarakan acara di Livehouse Kemang bersama Tiger Kemang.
Ratusan peserta hadir dari berbagai kalangan masyarakat.
Mayoritas peserta berasal dari Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan.
Acara ini bertujuan memperluas akses edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
Penjelasan Lengkap Tentang Superflu
Seminar ini membahas Superflu sebagai infeksi saluran pernapasan.
Penyakit ini berasal dari virus influenza dengan gejala lebih berat.
Tanpa penanganan tepat, Superflu berisiko memicu komplikasi serius.
Dalam sesi talkshow, dokter Willy Setiawan dari Dokterhub memaparkan materi utama.
Ia menjelaskan penyebab, gejala, dan cara penularan Superflu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, Willy mendorong pemeriksaan kesehatan berkala.
Langkah ini membantu deteksi dini dan mempercepat penanganan.
Data Kasus Superflu di Indonesia
Superflu sempat menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Penyakit ini dikenal sebagai influenza A subclade K tipe H3N2.
Kementerian Kesehatan RI mencatat 62 kasus sejak September hingga November 2025.
Kasus tersebut tersebar di 11 provinsi.
Jawa Timur dan Kalimantan Selatan mencatat jumlah tertinggi, masing-masing 18 kasus.
Provinsi lain mencatat jumlah kasus yang lebih kecil.
Seluruh Pasien Sembuh Tanpa Kematian
Hingga 9 Januari 2026, seluruh pasien dinyatakan sembuh.
Tidak ada laporan kematian akibat kasus tersebut.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenkes RI, Wiwid Wahyu Widayanti, menyampaikan konfirmasi resmi.
Ia menjelaskan proses penentuan varian membutuhkan pemeriksaan laboratorium khusus.
Proses identifikasi berjalan lebih lama karena standar pemeriksaan yang ketat.
Superflu Bukan Istilah Medis Global
Wiwid menegaskan istilah superflu bukan istilah medis global.
Istilah ini hanya menggambarkan virus influenza A H3N2 yang beredar.
World Health Organization menyatakan virus ini bersifat musiman.
Virus tersebut bukan penyakit baru.
Perubahan genetik terjadi secara bertahap tanpa meningkatkan keganasan.
Musim Hujan dan Risiko Penularan
Peningkatan influenza biasanya muncul menjelang akhir tahun.
Perubahan cuaca dan curah hujan memicu penurunan daya tahan tubuh.
Kondisi ini mempercepat penularan influenza di masyarakat.
Balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan.
Balita memiliki sistem imun yang belum optimal.
Lansia mengalami penurunan fungsi kekebalan karena usia.
Peduli Kesehatan Lewat Edukasi
Imbauan Hidup Sehat dan Vaksin Influenza
Wiwid mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Ia menyarankan istirahat cukup, makan bergizi, dan olahraga rutin.
Masyarakat juga perlu menerapkan etika batuk dan bersin.
Saat sakit, masyarakat sebaiknya memakai masker dan menghindari kerumunan.
Vaksin influenza tetap relevan karena komposisinya diperbarui setiap musim.
Efektivitas vaksin bervariasi, namun tetap memberi perlindungan.
“Baca Juga: Obesitas Picu Gangguan Psikologis dan Rasa Lapar Berlebih“

Phim sex trẻ em