Kesehatan Penyebab dan Faktor Risiko Mata Kering

Penyebab dan Faktor Risiko Mata Kering

Penyebab dan Faktor Risiko Mata Kering

Medicalnews – Mata kering menjadi keluhan yang semakin sering muncul saat ini. Banyak orang merasakan perih dan tidak nyaman setiap hari.

Sindrom mata kering terjadi ketika mata tidak mendapat pelumasan yang cukup. Air mata tidak mampu menjaga kelembapan permukaan mata. Akibatnya, mata terasa perih, merah, dan mudah lelah.

Selain itu, iritasi membuat mata justru berair secara berlebihan. Kondisi ini muncul sebagai respons alami tubuh. Namun, penglihatan bisa menjadi kabur dan mengganggu aktivitas.

Jika kondisi ini terus berlanjut, lapisan bening pada bola mata bisa mengalami gangguan. Karena itu, penanganan sejak awal sangat penting.

“Baca Juga: Menkes Ajak Masyarakat Aktif Bergerak lewat Olahraga Lari“

Penyebab Mata Kering yang Perlu Diwaspadai

Beberapa faktor memicu mata kehilangan pelumas alami. Pertama, produksi air mata bisa menurun seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, riwayat diabetes juga dapat memengaruhi produksi air mata. Konsumsi obat tertentu turut memperburuk kondisi ini.

Di sisi lain, penguapan air mata yang terlalu cepat juga memicu mata kering. Cuaca kering dan paparan polusi udara mempercepat penguapan tersebut.

Alergi mata juga meningkatkan risiko iritasi dan kekeringan. Kekurangan vitamin A turut berperan dalam menjaga kesehatan permukaan mata.

Lebih lanjut, gangguan pada kelenjar meibom atau meibomian gland dysfunction (MGD) sering menjadi penyebab utama. Gangguan ini menghambat pembentukan lapisan minyak pada air mata.

Ketika lapisan minyak tidak terbentuk dengan baik, air mata cepat menguap. Akibatnya, mata kehilangan perlindungan alaminya.

Gejala Mata Kering yang Sering Muncul

Penderita mata kering biasanya merasakan sensasi terbakar pada mata. Mata juga tampak merah dan terasa mengganjal.

Selain itu, penderita sering mengeluhkan penglihatan yang tidak stabil. Kondisi ini mengganggu pekerjaan, terutama saat menatap layar lama.

Gejala tersebut dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup. Karena itu, banyak pasien mencari solusi yang tepat.

Tetes Mata Jadi Solusi Praktis

Penggunaan tetes mata menjadi langkah awal yang banyak dipilih pasien. Produk ini membantu menjaga kelembapan permukaan mata.

Patcharin Charmnoot, SEA Cluster Head Alcon, menyebut gejala mata kering dialami tiga dari empat pasien. Temuan ini muncul dari studi internal perusahaan.

Berdasarkan data tersebut, perusahaan mengembangkan produk yang mendukung penanganan lebih menyeluruh. Mereka ingin membantu tenaga medis mengatasi berbagai keluhan pasien.

AAM dan Alcon Luncurkan Systane Complete di Jakarta

PT Anugrah Argon Medica bekerja sama dengan Alcon meluncurkan produk baru pada awal Februari 2026 di Jakarta.

Perusahaan menghadirkan Systane Complete Multi-Dose Preservative-Free sebagai tetes mata tanpa pengawet. Produk ini menggunakan kemasan multidose yang praktis.

Juliwaty, Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica, menyampaikan harapannya terhadap produk tersebut. Ia menilai produk ini dapat membantu pasien dengan evaporative dry eye dan MGD.

Teknologi yang Mendukung Seluruh Lapisan Air Mata

Systane Complete dirancang untuk menangani berbagai jenis mata kering. Produk ini membantu kondisi akibat gangguan lapisan minyak maupun kekurangan lapisan air.

Selain itu, produk ini mendukung kestabilan lapisan air mata secara menyeluruh. Dengan demikian, mata tetap lembap lebih lama.

Produk ini menggunakan partikel lipid berukuran sangat kecil. Partikel tersebut dikombinasikan dengan Hydroxypropyl Guar untuk membantu meredakan gejala.

Di samping itu, botol PureFlow memiliki katup satu arah. Desain ini membantu mencegah kontaminasi dan memudahkan penggunaan.

Dukungan Dokter Spesialis Mata

Ketua Indonesian Ocular Infection & Immunology Society, Ratna Sitompul, menyambut baik kehadiran terapi ini. Ia menilai produk ini memberi pilihan baru bagi tenaga medis.

Menurutnya, dokter kini memiliki kesempatan untuk menyesuaikan terapi sesuai kebutuhan pasien. Oleh karena itu, pasien dengan MGD dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat.

“Baca Juga: Pasien Cuci Darah Capai 200 Ribu, Deteksi Dini Ginjal Penting“

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post