Medicalnews – Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia. Banyak orang berusia muda juga mulai menghadapi masalah kesehatan ini.
Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan angka hipertensi cukup tinggi pada kelompok usia produktif. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena hipertensi sering muncul tanpa gejala yang jelas.
Padahal, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya. Kabar baiknya, seseorang masih bisa mengontrol tekanan darah melalui perubahan gaya hidup sehat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Hamidah, membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
“Baca Juga: Kenali Gejala Lupus yang Sering Tidak Disadari“
Rutin Melakukan Olahraga Aerobik
Olahraga aerobik menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Aktivitas fisik membantu jantung bekerja lebih efisien dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Selain itu, olahraga juga membantu mempertahankan kelenturan dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat aliran darah lebih lancar dan mengurangi risiko hipertensi.
Dr. Hamidah menyarankan olahraga aerobik dilakukan tiga hingga lima kali setiap minggu. Total durasi olahraga ideal mencapai 150 menit dalam seminggu.
Beberapa jenis olahraga yang bisa dipilih antara lain:
- Jalan cepat
- Jogging
- Bersepeda
- Senam aerobik
Aktivitas tersebut mudah dilakukan dan cocok untuk berbagai kelompok usia.
Batasi Konsumsi Garam Setiap Hari
Selain olahraga, masyarakat juga perlu memperhatikan asupan garam harian. Garam memiliki kemampuan menahan cairan dalam tubuh.
Ketika tubuh menyimpan terlalu banyak cairan, volume darah meningkat. Akibatnya, tekanan darah juga ikut naik.
Banyak orang mengira mereka sudah mengurangi garam karena tidak mengonsumsi makanan yang terasa asin. Namun, kandungan garam sering tersembunyi dalam berbagai makanan sehari-hari.
Beberapa makanan yang biasanya mengandung garam cukup tinggi meliputi:
- Gorengan
- Makanan instan
- Makanan kemasan
- Makanan cepat saji
Karena itu, masyarakat perlu membaca informasi kandungan gizi sebelum membeli produk makanan.
Menurut dr. Hamidah, penderita hipertensi masih boleh mengonsumsi garam. Namun, jumlahnya perlu dibatasi sekitar lima gram per hari atau setara satu sendok teh.
Kelola Stres dengan Cara yang Sehat
Stres juga dapat memengaruhi tekanan darah. Saat seseorang mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Seseorang dapat mengurangi stres melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Selain itu, kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks juga sangat membantu.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Menjalankan hobi
- Berjalan santai
- Meditasi
- Beribadah
- Berkumpul bersama keluarga atau teman
Kegiatan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan emosi dan mengurangi tekanan psikologis.
Tidur Cukup Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Kualitas tidur memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah. Saat tidur, tubuh menjalankan proses pemulihan secara alami.
Jantung dan pembuluh darah juga mendapatkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, tidur yang cukup dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko stres dan gangguan metabolisme. Kondisi tersebut akhirnya memicu kenaikan tekanan darah.
Dr. Hamidah menyarankan orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Durasi tersebut membantu tubuh mendapatkan istirahat yang optimal.
Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Utama
Menurunkan tekanan darah tidak selalu harus bergantung pada obat. Banyak orang dapat memperoleh hasil positif melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
Olahraga teratur, pembatasan garam, pengelolaan stres, dan tidur yang cukup dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Semakin cepat seseorang menerapkan pola hidup sehat, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi akibat hipertensi di masa depan.
“Baca Juga: Dokter Ungkap Hubungan Berat Badan dan Hipertensi“
