Kesehatan Cara Mudah Membedakan GERD dan Sakit Lambung

Cara Mudah Membedakan GERD dan Sakit Lambung

Cara Mudah Membedakan GERD dan Sakit Lambung

Medicalnews – Prevalensi GERD di Indonesia, terutama kota besar, terus meningkat setiap tahun.
Namun, banyak orang masih salah membedakan asam lambung dan GERD.

Berdasarkan Journal of Clinical Gastroenterology edisi April 2024, prevalensi GERD pada orang dewasa Indonesia mencapai 67,9 persen pada 2021.
Angka tersebut naik dari 61,8 persen pada 2019.

Karena itu, pemahaman gejala menjadi langkah awal untuk menekan peningkatan kasus.
Selain itu, kesadaran ini membantu penderita menentukan waktu pengobatan yang tepat.

“Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Penyakit Zoonosis Mematikan“

Perbedaan Asam Lambung dan GERD Menurut Dokter

dr. Aditya Satrio Faredisto, Sp.PD dari RS Hermina Jatinegara menjelaskan tiga perbedaan utama berdasarkan gejala.

Menurutnya, keluhan utama GERD bukan nyeri lambung.
Sebaliknya, penderita merasakan panas dan tidak nyaman di dada.

Penjelasan ini ia sampaikan dalam siaran langsung YouTube Morning Zone, Rabu 28 Januari 2026.

Dispepsia Menyebabkan Tidak Nyaman di Perut Atas

Dispepsia menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas.
Kondisi ini sering muncul tanpa luka pada lambung.

Gejala dispepsia meliputi mual dan perut terasa penuh.
Selain itu, penderita cepat merasa kenyang dan mengalami ketidaknyamanan di ulu hati.

Secara umum, peningkatan asam lambung memicu dispepsia.
Selain itu, stres dan pola makan tidak teratur memperburuk keluhan tersebut.

Namun, dispepsia tidak selalu menandakan penyakit serius.
Meski begitu, penderita tetap perlu memantau gejala secara rutin.

Gastritis Menimbulkan Nyeri Lebih Tajam

Kedua, gastritis terjadi akibat peradangan pada dinding lambung.
Pada kondisi ini, lapisan lambung mengalami iritasi atau luka.

Akibatnya, asam lambung memicu nyeri di ulu hati.
Rasa nyeri ini biasanya lebih tajam dibanding dispepsia.

Gejala gastritis meliputi perih dan rasa terbakar di lambung.
Selain itu, penderita dapat mengalami mual dan muntah.

Semakin berat peradangannya, semakin kuat nyeri yang dirasakan.
Oleh karena itu, gastritis memerlukan perhatian medis lebih serius.

GERD Menyebabkan Panas di Dada dan Tenggorokan

Ketiga, GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi ini muncul akibat gangguan katup lambung bagian bawah.

Gejala utama GERD berupa rasa panas di dada.
Selain itu, penderita merasakan sensasi tidak nyaman di area dada.

Penderita juga sering merasa mengganjal di tenggorokan.
Bahkan, rasa asam atau pahit dapat muncul di mulut.

Gejala ini berbeda jelas dari nyeri lambung biasa.
Karena itu, banyak penderita sering keliru menilainya.

Cara Membedakan GERD & Sakit Lambung: Kapan Harus ke Rumah Sakit

Dokter menegaskan ketiga kondisi ini bukan tahapan penyakit.
Sebaliknya, masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

Namun, penderita perlu waspada jika keluhan muncul berulang.
Pada kondisi tersebut, pemeriksaan ke rumah sakit sangat dianjurkan.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat mengambil langkah lebih cepat.
Selain itu, risiko komplikasi bisa ditekan sejak dini.

“Baca Juga: Waspada Kencing Tikus Saat Banjir, Kenali Gejala Leptospirosis“

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post