Kesehatan Gejala Virus Nipah pada Anak, Waspada Kantuk dan Kesadaran Turun

Gejala Virus Nipah pada Anak, Waspada Kantuk dan Kesadaran Turun

Gejala Virus Nipah pada Anak, Waspada Kantuk dan Kesadaran Turun

Medicalnews – Orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus Nipah yang mematikan.
Virus ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga menginfeksi anak-anak.
Dokter Spesialis THT, Dr. Monik Alamanda, menegaskan bahwa virus Nipah tidak mengenal usia.
Anak-anak memiliki risiko yang sama seperti orang dewasa saat terpapar virus ini.

Selain itu, banyak orang tua sering mengira gejala awal sebagai penyakit ringan.
Padahal, virus Nipah dapat berkembang cepat dan memicu komplikasi serius.

“Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Payudara dengan 5 Langkah Sederhana“


Gejala Awal Virus Nipah Mirip Flu

Pada tahap awal, virus Nipah menunjukkan gejala seperti flu biasa.
Pasien biasanya mengalami demam, pilek, dan sakit tenggorokan.
Kemudian, pasien juga merasakan nyeri otot dan tubuh terasa lemah.

Namun, setelah beberapa hari, kondisi pasien dapat memburuk.
Virus mulai menyerang sistem saraf dan menyebabkan peradangan otak.
Pada tahap ini, risiko kematian meningkat secara signifikan.


Gangguan Saraf Menjadi Tanda Bahaya

Setelah virus menyerang otak, gejala saraf mulai muncul.
Pasien biasanya mengalami rasa kantuk berlebihan.
Selain itu, pasien juga menunjukkan kebingungan dan penurunan kesadaran.

Dalam beberapa kasus, pasien mengalami kejang dan koma.
Oleh karena itu, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Deteksi dini membantu tenaga medis mengendalikan gejala lebih cepat.


Belum Ada Obat dan Vaksin Virus Nipah

Hingga saat ini, dunia medis belum memiliki obat khusus virus Nipah.
Selain itu, belum tersedia antivirus maupun vaksin yang resmi digunakan.
Dokter hanya memberikan perawatan berdasarkan gejala pasien.

Metode perawatan ini bersifat suportif dan bertujuan menjaga kondisi pasien.
Tenaga medis fokus menurunkan demam dan menjaga fungsi pernapasan.
Pendekatan ini membantu mencegah kondisi pasien menjadi lebih parah.

Karena itu, diagnosis dini menjadi langkah paling penting.
Penanganan cepat membantu menekan dampak serius pada pasien.


Virus Nipah Memiliki Angka Kematian Tinggi

Virus Nipah menjadi perhatian karena tingkat kematiannya sangat tinggi.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.
Perbedaan angka kematian bergantung pada kesiapan layanan kesehatan.

Wilayah dengan sistem surveilans kuat biasanya mencatat angka kematian lebih rendah.
Sebaliknya, wilayah dengan keterbatasan fasilitas menghadapi risiko lebih besar.


Kasus Virus Nipah di Bangladesh dan India

Sejak tahun 2001, virus Nipah muncul secara sporadis di Bangladesh dan India.
Bangladesh mencatat 341 kasus konfirmasi dengan 243 kematian.
Angka kematian di negara tersebut mencapai 71 persen.

Sementara itu, India melaporkan 106 kasus dengan 74 kematian.
Kasus tersebut muncul di West Bengal dan Kerala.
Angka kematian di India mencapai hampir 70 persen.

Kasus terbaru muncul pada Januari 2026 di West Bengal.
Seluruh pasien merupakan tenaga kesehatan yang terpapar virus.


Gejala Virus Nipah pada Anak: Pencegahan dan Kewaspadaan Menjadi Kunci

Orang tua perlu mengenali gejala sejak dini.
Selain itu, orang tua perlu menjaga kebersihan lingkungan keluarga.
Menghindari kontak dengan hewan liar juga membantu menurunkan risiko.

Dengan kewaspadaan tinggi, masyarakat dapat menekan dampak virus Nipah.
Langkah cepat dan tepat membantu melindungi anak-anak dari risiko fatal.

“Baca Juga: Pameran Seni YKI Angkat Harapan Penyintas Kanker“

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post