Medicalnews – Kebiasaan tidur setelah sahur kini mulai berkurang di masyarakat. Banyak orang justru memanfaatkan waktu pagi untuk aktivitas yang lebih produktif. Mereka memilih berolahraga di gym 24 jam atau memperbanyak ibadah.
Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta menyoroti perubahan kebiasaan tersebut. Ia melihat tren ini muncul karena pola tidur selama Ramadhan sering terputus. Banyak orang bangun dini hari untuk sahur, lalu tidur lagi setelah Subuh.
Menurut dr. Tirta, pola tersebut mengganggu ritme alami tubuh. Tubuh kehilangan pola tidur yang konsisten. Akibatnya, tubuh terasa lelah saat bangun pagi.
“Baca Juga: Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kurma Saat Puasa?“
Tidur Setelah Sahur Bisa Ganggu Pencernaan
Dr. Tirta menjelaskan bahwa tubuh langsung aktif setelah sahur. Sistem pencernaan bekerja untuk mengolah makanan. Proses ini membutuhkan waktu dan energi.
Namun, sebagian orang memilih kembali tidur setelah makan. Kebiasaan ini membuat tubuh beristirahat saat pencernaan sedang aktif. Akibatnya, tubuh sulit menyesuaikan ritme kerja organ.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mesin yang mati dan hidup mendadak. Tubuh bangun untuk makan, lalu kembali tidur dalam waktu singkat. Setelah itu, tubuh bangun lagi untuk memulai aktivitas harian.
Siklus tersebut membuat kualitas tidur menurun. Selain itu, tubuh terasa lebih berat saat bangun. Energi pun terasa cepat habis sepanjang hari.
Masyarakat Mulai Pilih Olahraga Pagi
Karena itu, sebagian masyarakat mulai mengubah kebiasaan. Mereka tidak lagi langsung tidur setelah sahur. Sebaliknya, mereka memanfaatkan waktu pagi untuk bergerak.
Beberapa gym 24 jam mengalami peningkatan kunjungan saat dini hari. Banyak orang datang setelah sahur atau usai salat Subuh. Mereka memilih olahraga ringan hingga sedang.
Dr. Tirta menilai olahraga pagi membantu tubuh tetap segar. Aktivitas fisik juga membantu metabolisme bekerja lebih stabil. Dengan demikian, tubuh lebih siap menjalani puasa seharian.
Namun, ia tetap mengingatkan agar intensitas olahraga tidak berlebihan. Tubuh tetap membutuhkan energi selama puasa. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya memilih latihan ringan seperti jalan cepat atau latihan beban ringan.
Aktivitas Spiritual Bantu Jaga Fokus dan Ketenangan
Selain olahraga, banyak orang memperbanyak ibadah setelah Subuh. Mereka membaca Al Quran, berdzikir, atau melakukan refleksi diri. Aktivitas ini membantu menjaga fokus sebelum memulai pekerjaan.
Dr. Tirta menyebut kebiasaan tersebut sesuai anjuran agama. Ia mendorong masyarakat untuk tidak langsung tidur setelah Subuh. Ia menilai waktu pagi memberikan ketenangan yang sulit didapat pada jam lain.
Aktivitas spiritual juga memberi efek positif bagi mental. Pikiran terasa lebih tenang dan terarah. Dengan kondisi mental yang stabil, seseorang lebih siap menghadapi aktivitas harian.
Ramadhan Ubah Pola Hidup Masyarakat
Perubahan kebiasaan ini menunjukkan adaptasi masyarakat selama Ramadhan. Banyak orang mulai memahami pentingnya menjaga ritme tubuh. Mereka sadar bahwa pola tidur berpengaruh pada energi puasa.
Karena itu, mereka memilih aktivitas yang menjaga tubuh tetap aktif. Mereka juga memanfaatkan waktu pagi sebagai momen produktif. Dengan pola yang lebih teratur, energi sepanjang hari bisa tetap terjaga.
Akhirnya, tren ini mencerminkan perubahan gaya hidup yang lebih sadar kesehatan. Masyarakat tidak hanya fokus pada ibadah. Mereka juga menjaga kondisi fisik agar tetap optimal selama Ramadhan.
