Medicalnews – Teknologi kini menjadi bagian penting dalam kehidupan anak sehari-hari.
Anak tumbuh bersama ponsel pintar, tablet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya.
Di satu sisi, teknologi membantu proses belajar dan hiburan anak.
Namun di sisi lain, penggunaan berlebihan memicu risiko gangguan kesehatan mata.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami dampak jangka panjang penggunaan gadget sejak dini.
“Baca Juga: Cara Mudah Membedakan GERD dan Sakit Lambung“
Kebiasaan Memberi Gadget Saat Anak Rewel
Saat ini, banyak orang tua memberikan gadget ketika anak marah atau menangis.
Kebiasaan tersebut membuat durasi layar anak meningkat tanpa kontrol yang jelas.
Akibatnya, mata anak bekerja lebih keras dalam waktu lama.
Jika kondisi ini terus berlangsung, kesehatan mata anak berisiko menurun.
Karena itu, orang tua perlu menerapkan aturan penggunaan gadget secara konsisten.
Anak Sering Takut Saat Pemeriksaan Mata Pertama
Banyak anak merasa takut ketika menjalani pemeriksaan mata pertama.
Bagi anak, ruang optik terasa asing dan menegangkan.
Anak melihat alat yang belum dikenal dan menerima instruksi sulit dipahami.
Selain itu, suasana ruang yang kaku memperkuat rasa cemas anak.
Kondisi tersebut membuat orang tua ragu membawa anak ke optik.
Pengalaman Pertama di Optik Sangat Menentukan
Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menegaskan pentingnya pengalaman awal anak.
Menurutnya, pengalaman pertama memengaruhi sikap anak terhadap perawatan diri.
Doli menjelaskan Optik Tunggal mengajak anak berpartisipasi dalam proses pemeriksaan.
Pendekatan tersebut membuat anak merasa dihargai dan dipahami.
Dengan begitu, kepercayaan anak tumbuh dan hasil pemeriksaan menjadi lebih akurat.
Riset Perilaku Anak Jadi Dasar Perancangan Ruang
Head of Marketing Optik Tunggal, Fira Basuki, menjelaskan pendekatan berbasis riset.
Tim mempelajari perilaku anak sebelum merancang perjalanan pelanggan di toko.
Hasil riset menunjukkan ketakutan anak berasal dari suasana ruang yang dingin.
Instruksi yang tidak ramah anak juga memperburuk pengalaman mereka.
Karena itu, Optik Tunggal menciptakan atmosfer hangat dan menyenangkan.
Fira menegaskan tujuan utama ialah menanamkan kebiasaan merawat diri sejak kecil.
Ia ingin anak menganggap pemeriksaan mata sebagai pengalaman positif.
Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mata Anak
Orang tua memegang peran utama dalam menjaga kesehatan mata anak.
Pengawasan sejak dini membantu mencegah gangguan penglihatan.
Dengan kebiasaan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan mata yang sehat.
Selain itu, anak juga belajar disiplin dalam penggunaan teknologi.
Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Pertama, orang tua perlu membatasi durasi penggunaan gadget anak.
Aturan waktu layar membantu mengurangi kelelahan mata.
Kedua, orang tua harus mengatur jarak pandang minimal 50 hingga 70 sentimeter.
Posisi mata sejajar layar membantu menjaga fokus penglihatan.
Ketiga, orang tua perlu memastikan pencahayaan ruangan seimbang.
Cahaya terlalu redup atau terang dapat membebani mata anak.
Keempat, orang tua harus mengajak anak beristirahat secara berkala.
Istirahat mata membantu memulihkan fokus penglihatan.
Kelima, orang tua perlu menyediakan makanan bergizi untuk anak.
Buah, sayur, ikan, dan telur mendukung kesehatan mata.
Keenam, orang tua harus mengedukasi anak tentang pentingnya kesehatan mata.
Pemahaman sejak dini membentuk kebiasaan positif jangka panjang.
Terakhir, orang tua perlu membawa anak ke dokter mata saat muncul gejala.
Langkah cepat membantu mencegah gangguan penglihatan lebih serius.
“Baca Juga: Screen Time Berlebih Picu Gangguan Mata Tanpa Disadari“
