Medicalnews – World Health Organization kembali menaruh perhatian pada wabah penyakit menular di beberapa wilayah dunia. Kali ini, virus Ebola dan hantavirus menjadi fokus utama pembahasan kesehatan global.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut dua wabah tersebut sebagai tantangan serius bagi dunia.
Wabah Ebola muncul di Republik Demokratik Kongo. Sementara itu, kasus hantavirus ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.
Kedua virus memang sama-sama berbahaya. Namun, Ebola dan hantavirus memiliki perbedaan besar dari sisi penularan dan gejala.
“Baca Juga: Masa Pemulihan Cedera Tulang Alex Marquez“
Ebola Menular Lewat Cairan Tubuh
WHO menjelaskan bahwa Ebola berasal dari kelompok virus filovirus. Penyakit ini terkenal karena tingkat kematiannya sangat tinggi.
Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Cairan tersebut meliputi darah, air liur, keringat, dan cairan tubuh lainnya.
Karena itu, penularan Ebola sering terjadi dalam lingkungan keluarga maupun fasilitas kesehatan. Selain itu, kontak dengan jenazah pasien juga dapat memicu penyebaran virus.
Gejala Ebola biasanya muncul dengan cepat. Penderita sering mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot.
Pada kondisi berat, pasien bisa mengalami perdarahan dan kerusakan organ serius. Oleh sebab itu, Ebola termasuk penyakit yang sangat berbahaya.
Hantavirus Berasal dari Hewan Pengerat
Berbeda dengan Ebola, hantavirus berasal dari hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini menyebar ketika manusia menghirup partikel yang terkontaminasi.
Partikel tersebut biasanya berasal dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang membawa virus.
Karena itu, lingkungan yang kotor dan banyak tikus dapat meningkatkan risiko penularan hantavirus.
Gejala hantavirus umumnya menyerang sistem pernapasan atau ginjal. Penderita sering mengalami demam, batuk, nyeri otot, dan sesak napas.
Pada beberapa kasus, hantavirus juga menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Namun, hantavirus jarang menular langsung antarmanusia.
Sebagian besar kasus muncul akibat paparan lingkungan yang sudah terkontaminasi hewan pengerat.
Ebola Lebih Mudah Menyebar Antarmanusia
Perbedaan terbesar antara Ebola dan hantavirus terletak pada pola penyebaran. Ebola dapat menyebar cepat melalui kontak erat dengan penderita.
Karena itu, wabah Ebola sering berkembang dalam komunitas dan rumah sakit. Penanganan pasien Ebola juga membutuhkan perlindungan ketat.
Sebaliknya, hantavirus tidak mudah menyebar antarmanusia. Virus ini lebih sering muncul akibat kebersihan lingkungan yang buruk.
Meski begitu, kedua penyakit tetap membutuhkan perhatian serius dari dunia kesehatan internasional.
Negara Dunia Dorong Kerja Sama Global
Dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia 2026 di Jenewa, banyak negara membahas pentingnya kerja sama menghadapi wabah penyakit.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez menegaskan bahwa setiap negara membutuhkan kolaborasi global.
“Tidak ada negara yang dapat melindungi dirinya sendiri sendirian,” ujar Sánchez dalam sidang tersebut.
Sidang WHO tahun ini juga membahas pendanaan kesehatan global dan reformasi sistem kesehatan dunia. Selain itu, negara peserta ikut membicarakan perjanjian pandemi internasional.
WHO berharap kerja sama antarnegara dapat memperkuat kesiapan dunia menghadapi wabah penyakit baru di masa depan.
“Baca Juga: WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Ini Penyebabnya“
