Medicalnews – Masalah rambut rontok sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, kondisi ini tidak boleh diabaikan jika terjadi terus-menerus. Apalagi jika garis rambut mulai mundur dan dahi terlihat semakin lebar.
Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan hormon DHT. Hormon ini dapat memengaruhi kesehatan akar rambut dan memicu kebotakan berpola.
“Baca Juga: Golongan Darah A Punya Risiko Stroke Dini Lebih Tinggi“
Hormon DHT Bisa Memicu Kerontokan Rambut
DHT atau Dihydrotestosterone merupakan hormon yang berasal dari testosteron. Hormon ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Namun, kadar DHT yang memengaruhi akar rambut dapat menimbulkan masalah.
Menurut dr. Cecep, DHT dapat menempel pada akar rambut. Setelah itu, hormon tersebut menghambat pertumbuhan rambut secara bertahap.
Akibatnya, tempat tumbuh rambut menjadi semakin kecil. Selain itu, rambut baru yang tumbuh menjadi lebih tipis dari sebelumnya.
Jika kondisi ini berlangsung lama, jumlah rambut akan terus berkurang. Karena itu, banyak orang mulai melihat area kepala tertentu menjadi lebih terbuka.
Kebotakan Sering Muncul di Area Dahi
Kebotakan akibat DHT biasanya tidak muncul secara acak. Sebaliknya, kondisi ini sering terjadi dengan pola tertentu.
Bagian kanan dan kiri atas dahi menjadi area yang paling sering terdampak. Rambut pada area tersebut akan menipis lebih dulu. Selanjutnya, garis rambut akan terus mundur.
Ketika kondisi semakin jelas, bentuk garis rambut sering menyerupai huruf M. Pola ini menjadi salah satu tanda umum kebotakan akibat pengaruh hormon.
Dr. Cecep menjelaskan bahwa area dahi dan puncak kepala memiliki lebih banyak penerima hormon. Karena itu, DHT lebih mudah memengaruhi bagian tersebut.
Mengganti Sampo Saja Tidak Cukup
Banyak orang mencoba mengatasi kerontokan dengan mengganti sampo. Namun, cara tersebut belum tentu menyelesaikan masalah utama.
Sampo bekerja pada permukaan kulit kepala dan rambut. Produk tersebut membantu membersihkan kotoran dan merawat rambut dari luar.
Sementara itu, gangguan akibat DHT terjadi di dalam tubuh dan memengaruhi akar rambut secara langsung. Karena alasan itu, sampo tidak dapat mengatasi penyebab utama kerontokan.
Jika kerontokan semakin parah, seseorang perlu mencari penanganan yang tepat. Dokter dapat membantu menilai kondisi rambut dan menentukan langkah perawatan yang sesuai.
Dahi Membentuk Huruf M: Kenali Gejala Sejak Dini
Rambut yang terus menipis bukan sekadar masalah penampilan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada pertumbuhan rambut.
Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan perubahan garis rambut sejak awal. Selain itu, segera konsultasikan kondisi tersebut jika kerontokan terjadi terus-menerus.
Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang untuk menjaga kesehatan rambut dalam jangka panjang.
“Baca Juga: Panduan Waktu Terbaik Minum Vitamin dan Suplemen“
