Kesehatan Menkes Ajak Masyarakat Aktif Bergerak lewat Olahraga Lari

Menkes Ajak Masyarakat Aktif Bergerak lewat Olahraga Lari

Menkes Ajak Masyarakat Aktif Bergerak lewat Olahraga Lari

Medicalnews – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat lebih aktif bergerak setiap hari.
Ia menilai banyak orang masih menyamakan sehat dengan tidak terkena penyakit berat.
Padahal, kurang aktivitas fisik menjadi akar berbagai penyakit kronis.

Budi menjelaskan jantung, stroke, dan kanker sering muncul akibat gaya hidup pasif.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat mengubah cara pandang tentang kesehatan.
Ia menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan lari inklusif di Solo.


Menkes Soroti Temuan Program Cek Kesehatan Gratis

Budi menghadiri BTN Run for Disabilities di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengaitkan pesan kesehatan dengan temuan program cek kesehatan gratis.
Program tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesadaran kesehatan nasional.

Selain itu, pemerintah menjalankan program ini untuk seluruh kelompok usia.
Bahkan, program tersebut menjangkau sekitar 280 juta penduduk Indonesia.
Sementara itu, hasil pemeriksaan menunjukkan kurang aktivitas fisik masuk lima besar masalah kesehatan.

Masalah tersebut muncul pada kelompok dewasa dan lanjut usia.
Temuan itu sejajar dengan tekanan darah tinggi dan kesehatan gigi.
Kesehatan jiwa juga masuk daftar perhatian pemerintah.


Aktivitas Fisik Harus Jadi Gerakan Bersama

Budi menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.
Ia mendorong masyarakat membangun kesadaran pribadi untuk hidup aktif.
Menurutnya, kesehatan harus tumbuh sebagai kebiasaan, bukan kewajiban.

Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah dan sektor swasta.
Ia juga menyoroti partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan lari.
Budi menyebut partisipasi tersebut sebagai contoh inspiratif.

Ia menantang masyarakat umum untuk ikut bergerak.
Menurutnya, semua orang sehat seharusnya mampu berolahraga ringan.
Pesan tersebut ia sampaikan dengan nada motivatif.


Lari Dinilai Olahraga Paling Inklusif dan Mudah

Budi menilai lari sebagai olahraga paling inklusif.
Lari tidak memerlukan peralatan mahal atau fasilitas khusus.
Setiap orang bisa mulai hanya dengan sepatu dan pakaian sederhana.

Ia juga berbagi pengalaman pribadi tentang manfaat lari.
Sebelumnya, ia mengalami kolesterol tinggi yang sulit turun.
Namun, rutinitas lari membantu memperbaiki kondisi kesehatannya.

Kini, Budi mulai tertarik mengikuti maraton.
Ia menilai maraton memiliki nilai demokratis yang kuat.
Semua orang dapat berada di lintasan yang sama.


Maraton Satukan Semua Kalangan

Budi membandingkan maraton dengan cabang olahraga lain.
Ia menyebut maraton memungkinkan pelari amatir dan juara dunia berlari bersama.
Mereka berbagi lintasan dan waktu yang sama.

Menurutnya, kondisi tersebut jarang terjadi di olahraga lain.
Ia menegaskan maraton membuka ruang partisipasi setara.
Karena itu, ia menyebut lari sebagai olahraga demokratis.


BTN Run for Disabilities Bagian BTN Jakim 2026

Direktur Risk Management Bank BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan tujuan acara tersebut.
BTN menggelar BTN Run for Disabilities sebagai bagian BTN Jakim.
BTN Jakarta International Marathon dijadwalkan berlangsung Juni 2026.

Event tersebut menargetkan 40.000 pelari.
Sekitar 1.000 hingga 2.000 pelari berasal dari luar negeri.
BTN ingin menggabungkan olahraga dengan kontribusi sosial.

BTN juga menerapkan prinsip ESG dalam kegiatan ini.
Fokus utama terletak pada aspek sosial dan inklusivitas.
Atlet paralimpik dan komunitas disabilitas turut berpartisipasi.


Solo Tegaskan Komitmen sebagai Kota Inklusif

Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan komitmen pemerintah kota.
Ia ingin Surakarta dikenal sebagai Kota Inklusif.
Ia berharap kegiatan ini berlanjut secara berkelanjutan.

Respati mendorong setiap event lari membuka kategori disabilitas.
Langkah tersebut memperluas ruang partisipasi warga.
Ia menilai kebijakan ini memperkuat identitas kota.


NPC Indonesia Sambut Positif Kegiatan Inklusif

Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyambut baik acara tersebut.
Ia berharap semakin banyak event olahraga inklusif.
Ia menilai kegiatan ini meningkatkan kesadaran publik.

Rima menyoroti dampak positif bagi keluarga penyandang disabilitas.
Menurutnya, perhatian negara mendorong rasa percaya diri.
Ia berharap semangat inklusivitas menyebar ke seluruh Indonesia.

“Baca Juga: Pasien Cuci Darah Capai 200 Ribu, Deteksi Dini Ginjal Penting“

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post