Medicalnews – Banyak orang menganggap berat badan ideal sebagai tanda tubuh sehat. Namun, dokter mengingatkan bahwa anggapan tersebut tidak selalu benar.
Seseorang dengan tubuh terlihat normal tetap bisa menghadapi risiko penyakit kronis. Risiko tersebut muncul ketika kadar lemak tubuh lebih tinggi dibanding massa otot.
Kondisi itu dikenal dengan istilah skinny fat atau normal weight obesity.
“Baca Juga: 5 Cara Jaga Imunitas Saat Virus Hanta Merebak“
Dokter Jelaskan Bahaya Skinny Fat
Putri Sakti Dwi Permanasari menjelaskan bahwa skinny fat berkaitan dengan obesitas metabolik kronis.
Menurut dr. Putri, obesitas tidak hanya terjadi pada orang dengan tubuh gemuk. Orang dengan berat badan normal juga bisa mengalami masalah kesehatan serupa.
Kondisi tersebut muncul ketika tubuh memiliki sedikit massa otot dan kadar lemak berlebih.
Selain itu, lemak tubuh yang tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Risiko tersebut meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.
Dr. Putri juga menyebut risiko kesehatan pada skinny fat bisa lebih besar dibanding obesitas biasa.
Timbangan Tidak Selalu Menunjukkan Kondisi Tubuh
Banyak orang hanya fokus pada angka timbangan saat memeriksa kesehatan tubuh. Padahal, angka tersebut tidak selalu menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh.
Dr. Putri menilai ukuran lingkar pinggang lebih penting untuk mendeteksi obesitas sentral. Lemak yang menumpuk di area perut biasanya berkaitan dengan gangguan metabolisme.
Karena itu, seseorang perlu memperhatikan perubahan ukuran pinggang dan pakaian sehari-hari.
Menurut dr. Putri, wanita perlu waspada jika lingkar pinggang melebihi 80 sentimeter. Sementara itu, pria perlu berhati-hati jika lingkar pinggang lebih dari 90 sentimeter.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya percaya pada timbangan.
Massa Otot Rendah Tingkatkan Risiko Penyakit
Tubuh membutuhkan massa otot yang cukup untuk menjaga metabolisme tetap sehat. Namun, banyak orang memiliki massa otot rendah akibat kurang olahraga.
Selain itu, pola makan tidak sehat juga dapat meningkatkan penumpukan lemak tubuh.
Kondisi skinny fat sering sulit disadari karena bentuk tubuh terlihat normal. Karena itu, banyak orang terlambat mengetahui masalah kesehatannya.
Dokter menyarankan masyarakat rutin melakukan aktivitas fisik untuk menjaga massa otot. Latihan kekuatan dan olahraga ringan dapat membantu mengurangi lemak tubuh.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi juga membantu menjaga keseimbangan komposisi tubuh.
Tubuh Langsing Penyakit Kronis: Konsultasi Medis Membantu Deteksi Dini
Dr. Putri tetap menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan kesehatan membantu mengetahui komposisi tubuh secara lebih detail.
Dokter dapat memeriksa kadar lemak, massa otot, dan risiko penyakit metabolik lainnya.
Selain itu, pemeriksaan rutin membantu seseorang mengambil langkah pencegahan lebih cepat.
Saat ini, dokter sudah mengategorikan obesitas sebagai penyakit metabolik kronis. Karena itu, kondisi tersebut membutuhkan penanganan dan pengawasan yang tepat.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa tubuh sehat tidak hanya dilihat dari berat badan. Komposisi tubuh dan pola hidup sehat memiliki peran yang jauh lebih penting.
