Medicalnews – Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap virus Nipah yang bersifat menular dan berisiko fatal.
Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia.
Hingga kini, dunia medis belum memiliki obat antivirus maupun vaksin untuk virus ini.
Karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya perlindungan paling utama.
“Baca Juga: Kenali 4 Gejala Asam Urat Sejak Dini“
Penanganan Pasien Masih Bersifat Suportif
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan keterbatasan penanganan medis virus Nipah.
Tenaga kesehatan hanya memberikan terapi suportif sesuai kondisi klinis pasien.
Dokter menangani gejala untuk menjaga fungsi tubuh tetap stabil.
IDAI belum menemukan terapi khusus yang mampu menghentikan infeksi virus Nipah.
Asal-usul Virus Nipah dan Cara Penularan
Anggota UKK Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, menjelaskan asal virus Nipah.
Peneliti pertama kali mengidentifikasi virus ini pada 1998 di Malaysia.
Virus tersebut berasal dari kelelawar buah yang hidup di alam bebas.
Virus Nipah menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi.
Penularan juga terjadi lewat kontak cairan tubuh hewan atau manusia terinfeksi.
Tingkat Kematian Tinggi, Indonesia Tetap Waspada
Sejak ditemukan, dunia mencatat lebih dari 800 kasus virus Nipah.
Angka kematian global mencapai 40 hingga 70 persen.
Indonesia belum melaporkan kasus pada manusia hingga saat ini.
Namun, peneliti menemukan virus Nipah pada populasi kelelawar buah di Indonesia.
Fakta ini mendorong otoritas kesehatan meningkatkan kewaspadaan nasional.
Gejala Awal hingga Risiko Serius
Infeksi virus Nipah biasanya menimbulkan demam dan nyeri kepala.
Pasien juga mengalami nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.
Pada kondisi berat, virus menyerang sistem saraf dan otak.
Karena itu, dokter meminta kelompok berisiko meningkatkan kewaspadaan.
Kelompok tersebut meliputi peternak, pengumpul nira, dan tenaga kesehatan.
IDAI Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
IDAI mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari.
Masyarakat perlu menghindari konsumsi nira mentah tanpa proses pemanasan.
Masyarakat juga perlu mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh.
Selain itu, masyarakat harus memastikan daging matang sebelum dikonsumsi.
IDAI menilai deteksi dini dan pencegahan sebagai kunci utama perlindungan.
Pemerintah Tegaskan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan status Indonesia tetap aman.
Ia menyatakan virus Nipah belum masuk ke Indonesia hingga sekarang.
Ia juga menyebut jumlah kasus global masih di bawah 1.000 kasus.
Tahun ini, dunia hanya mencatat dua kasus baru di India.
Negara Transit Tingkatkan Pengawasan
Pemerintah India langsung menerapkan langkah penanganan ketat.
India membatasi mobilitas untuk mencegah penyebaran lintas negara.
Sementara itu, Thailand meningkatkan kewaspadaan sebagai negara transit.
Thailand memperketat skrining untuk mencegah masuknya virus Nipah.
“Baca Juga: Anemia Aplastik: Penyakit Langka yang Perlu Diwaspadai“
